Posts

Cerita Abu Nawas - KECERDIKAN ABU NAWAS

Image
  Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Abu Nawas. Orang-orang desa ini menyodorkan Abu Nawas sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Abu Nawas dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton mereka bicara.  Orang bijak pertama bertanya kepada Abu Nawas, “Di mana sebenarnya pusat bumi ini?” Abu Nawas menjawab, “Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara.” “Bagaimana  bisa  saudara  buktikan  hal  itu?”  tanya  orang  bijak  pertama  tadi. “Kalau tidak percaya,” jawab Abu Nawas, “Ukur saja sendiri.” Orang bijak yang pertama diam tak bisa menjawab.  Tiba giliran orang bijak kedua mengajukan pertanyaan. “Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?” Abu Nawas menjawab, “Bintang-bintang yang ada di langit itu jumlahnya sam...

Cerita Abu Nawas - KONSISTEN

Image
  "Berapa umurmu, Nasrudin?"  "Empat puluh."  "Lho? dulu kau menyebutkan angka yang sama ketika aku menanyakan umurmu dua tahun yang lalu?"  "Ya, aku memang berusaha untuk konsisten dengan apa yang pernah aku katakan."  "Oh. begitukah cara menepati omongan?"  "Masak kau nggak tahu seh?" 

Cerita Abu Nawas - ABU NAWAS MEMECAHKAN MASALAH

Image
  Sore itu di sebuah warung Abu nawas sedang menikmati secangkir teh hangat,tiba2 Dia melihat temannya datang dengan muka yg masam,seolah sedang memendam kesusahan,diapun duduk di sebelah Abu,,sore ini cuaca sangat cerah,tapi kenapa mukamu tak secerah sore ini?Abu nawas memulai perbincangan,,  bulan2 ini istriku mengeluh ttg tempat tinggal kami,sahutnya..,knp,ada apa dengan rumahmu?dia mengeluhkan tempat tinggal kami yg menurutnya terlalu sempit utk kami berempat tinggal,,kenapa tak kau lebarin aja,kata Abu nawas  menawarkan saran,,kalau ada uang tentu hal ini takan terjadi keluhnya,,Abu nawas merenung sejenak,dia coba cari akal utk pecahkan masalah sahabatnya,setelah dapat akal diapun berkata:  "Begini, apakah kamu punya uang untuk membeli seekor keledai? Temannya pun tak lantas menjawabnya dia merasa dia tak lantas menjawab pertanyaan abu nawas,karena dia sedikit bingung, apa hubungannya membangun rumah sama beli seekor keledai?tapi dalam hatinya dia yakin pada sah...

Cerita Abu Nawas - MENJAGA PINTU

Image
  Suatu hari Abu Nawas kecil ditinggal ibunya untuk pergi ke rumah Ibu RT. Sebelum  pergi  ibunya  berkata  kepada  Abu  Nawas,  “Abu  Nawas,  kalau  kamu sedang sendirian di rumah, kamu harus selalu mengawasi pintu rumah dengan penuh kewaspadaan. Jangan biarkan seorang pun yang tidak kamu kenal masuk ke dalam rumah karena bisa saja mereka itu ternyata pencuri!”  Abu Nawas memutuskan untuk duduk di samping pintu. Satu jam kemudian pamannya datang. “Mana ibumu?” tanya pamannya.  “Oh, Ibu sedang pergi ke pasar,” jawab Abu Nawas.  “Keluargaku  akan datang ke sini sore ini. Pergi dan katakan kepada Ibumu jangan pergi ke mana-mana sore ini!” kata pamannya.  Begitu  pamannya  pergi  Abu  Nawas  mulai  berpikir,  ‘Ibu  menyuruh  aku  untuk mengawasi pintu. Sedangkan Paman menyuruhku pergi untuk mencari Ibu dan bilang kepada Ibu kalau keluarga Paman akan datang sore ...

Cerita Abu Nawas - ABU NAWAS DAN MAJIKANNYA

Image
  Abu Nawas pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya, tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya. Pada suatu hari orang kaya itu memanggilnya, katanya, “Abu Nawas kemarilah kau. Kau ini baik, tetapi lamban sekali. Kau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus. Kalau kau kusuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus. Kau pergi ke warung, kemudian kembali membawa satu telur, kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telur lagi, dan seterusnya, sehingga untuk beli tiga telur kamu pergi tiga kali ke warung.”  Abu  Nawas  menjawab,  “Maaf,  Tuan,  saya  memang  salah.  Saya  tidak  akan mengerjakan hal serupa itu sekali lagi. Saya akan mengerjakan sekaligus saja nanti supaya cepat beres.”  Beberapa waktu kemudian majikan Abu Nawas itu jatuh sakit dan ia pun menyuruh Abu Nawas pergi memanggil dokter.Tak lama kemudian Abu Nawas pun kembali, ternyata ia tidak hany...

Cerita Abu Nawas - MEMINDAHKAN ISTANA KE AWAN

Image
  Sore itu cuaca amatlah indah, awan putih bersih menggantung dicakrawala yang cerah,warna kemerahan lembayung mewarnai awan menarik perhatian siapa saja yang melihatnya Tak terkecuali di dalam Istana,sang Raja Harun al rasyidpun ternyata sedang menikmati suasana sore itu tak terasa didalam benaknya beliau memiliki khayalan untuk memindahkan Istananya ke atas awan sana Beliau berkata dalam hatinya"Tapi apa mungkin kemauanku itu terlaksana"  Tiba tiba beliau teringat pada Abu nawas "ya! Bukan kah ada Abu nawas yang selalu mempunyai jalan keluar jika aku mempunyai permasalahan?" katanya dalam hati.. Beliaupun lantas menyuruh ajudannya untuk segera menjemput Abu nawas tak lama kemudian Abu nawaspun hadir dihadapan sang raja, dengan kepala tertunduk dan perasaan yang gak menentu akibat berhadapan dengan sang raja yang penuh wibawa, Abu nawas menunggu titah sang raja, kemudian beliaupun berkata  Baginda raja: apakah kamu tau kenapa aku memanggilmu ke sini?  Abu nawas: am...

Cerita Abu Nawas - ABU NAWAS PALING KAYA

Image
  Sebagai rakyat kecil, Abu Nawas sering menyelipkan kritikan-kritikan lewat humor-humornya yang jenaka sehingga meski mengena, raja tetapi tak bisa marah dibuatnya. Seperti dalam kisah ini, pasar tempat orang berdagang menjadi heboh gara-gara celotehan Abu Nawas. “Kawan-kawan, hari ini saya sangat membenci perkara yang haq, tetapi menyenangi yang fitnah. Hari ini saya menjadi orang yang paling kaya, bahkan lebih kaya daripada Allah SWT,” ujar Abu Nawas.  Omongan Abu Nawas itu sungguh aneh karena selama ini dia termasuk orang yang alim dan taqwa meski suka jenaka. Karuan saja polisi kerajaan menangkap dan menghadapkannya kepada khalifah.  “Hai Abu Nawas, benarkah engkau berkata begitu?” tanya khalifah. “Benar, Tuan” ujarnya santai. “Mengapa kau berkata begitu, sudah kafirkah engkau?” “Saya kira Khalifah-pun  sama  seperti  saya.  Khalifah  pasti  membenci  perkara  yang  haq,” ujarnya. “Gila benar engkau,” bentak khalifah mulai...